https://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/issue/feedProletarian : Community Service Development Journal2026-01-27T05:01:07+00:00Martinus maslimmartinusmaslim1225@gmail.comOpen Journal Systems<p>Proletarian : Community Service Development Journal dedicated to publishing and disseminating the results of the community service process carried out by academics or related people.</p> <p>Proletarian Comdev is committed to becoming a quality journal by publishing quality articles in English and Indonesian and becoming the main reference for researchers.<br /><br /></p> <p>Proletarian : Community Service Development Journal published 2 (Two) numbers every years is Publish in <strong>Mei, and November</strong>.</p> <p>Index by : <a href="https://scholar.google.com/citations?user=1P4m2isAAAAJ&hl=id" target="_blank" rel="noopener">Google Scholar</a> , <a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/journal/issue?issueId=all&journalId=130006" target="_blank" rel="noopener">Copernicus</a></p> <p><em>contact us via email: Proletargroup@gmail.com</em></p>https://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/281Strategi Digital Micro Financing dan Manajemen Arus Kas Untuk Mendorong Inklusi Keuangan UMKM2025-09-28T14:19:58+00:00Made Irma Lestarimade.irma@binus.ac.idHubertus Maria Rosariandoko WijanarkoWijanarko@gmail.comNorizan Baba RahimRahim@gmail.comFrihardina MarsintauliMarsintauli@gmail.comSimonsimon@gmail.com<p data-start="53" data-end="605"><strong data-start="53" data-end="101">Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs)</strong> play a significant role in Indonesia’s economy, yet they face challenges in accessing financing and managing cash flow. This study aims to explore strategies for leveraging digital technology in micro financing and cash flow management, as well as their impact on enhancing financial inclusion for MSMEs in Indonesia. Innovative approaches such as Peer-to-Peer (P2P) lending and mobile-based cash flow management applications can expand the reach of financial services and improve business efficiency.</p> <p data-start="607" data-end="1039">The study analyzes the outcomes of an international hybrid seminar entitled <em data-start="683" data-end="748">“Micro Financing in Action: Strategies for Financial Inclusion”</em> organized by Accounting Binus Online and Universiti Sains Malaysia (USM). Participants—including MSME practitioners, students, and the general public—received training on the importance of micro financing, the role of P2P lending, and the use of digital financial management applications.</p> <p data-start="1041" data-end="1417">The results of pre- and post-test analysis using a paired sample t-test revealed a significant increase in participants’ knowledge after the training. These findings demonstrate that combining training on digital financing and technology-based cash management can effectively enhance participants’ financial literacy and is expected to improve financial inclusion for MSMEs.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Made Irma Lestari, Hubertus Maria Rosariandoko Wijanarko, Norizan Baba Rahim, Frihardina Marsintauli, Simonhttps://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/289Pendampingan Bahasa Inggris di Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta: Collaborative dan Inquiry-Based Learning2025-11-06T07:52:40+00:00Ignatius Indra Kristiantoignatiusindrakris@gmail.comLucia Bening Parwita Sukcisukci@uajy.ac.id<table width="590"> <thead> <tr> <td width="385"> <p>Kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris menjadi keterampilan penting bagi generasi muda untuk bersaing di bidang pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan lintas budaya. Berdasarkan temuan awal, anggota Remaja Katolik Kotabaru dan Orang Muda Katolik di Paroki St. Antonius Kotabaru Yogyakarta memiliki motivasi tinggi untuk menguasai Bahasa Inggris tetapi memiliki kemampuan terbatas pada akses pendampingan yang terstruktur. Sebagai respon untuk kebutuhan tersebut tim pengabdian melaksanakan program pendampingan Bahasa Inggris berbasis <em>student-centered learning</em> dengan memanfaatkan <em>collaborative learning</em> dan <em>inquiry-based learning</em>. Program ini dilaksanakan dalam delapan pertemuan (Juni – Juli 2025) dengan materi <em>greetings, introductions, asking for information, asking one’s favorite things, </em>dan<em> asking about someone’s future</em>. Hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan skor rata-rata sebesar 60% serta peningkatan keberanian peserta berbicara spontan dan berkolaborasi dengan teman baru. Pemilihan peserta terbaik dan teraktif di setiap pertemuan terbukti meningkatkan motivasi dan menciptakan suasana belajar yang kompetitif tetapi suportif. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis berbahasa Inggris, tetapi juga membentuk sikap percaya diri, kerja sama, dan semangat belajar berkelanjutan. Pendekatan ini berpotensi dikembangkan ke keterampilan produktif lainnya atau diaplikasikan di komunitas muda Katolik lain sebagai model pendampingan bahasa Inggris berbasis komunitas yang inklusif dan berkesinambungan.</p> </td> </tr> </thead> </table>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ignatius Indra Kristianto, Lucia Bening Parwita Sukcihttps://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/297Progres Keberlanjutan Perancangan Platform Pembelajaran Adaptif berbasis Artificial Intelligence melalui Monitoring dan Evaluasi Internal 2026-01-25T03:36:56+00:00Yoga Prihastomoyoga.prihastomo@gmail.comWinanti Winantiwinanti12@ipem.ac.idYulius Denny Prabowoyulius.denny@binus.ac.idAchmad Sidiksidik@global.ac.idPenny Hendriyatipennyhendriyati@gmail.comMuhamad Luthfianlutfian@gmail.comRizky Setiawanrizkystwn2507@gmail.comWardiansyah Wardiansyahwardianyah@gmail.comLatif Palikal Isbahlatiffalikal@gmail.comZaki Ma'rufan Chandrazakimarufian@gmail.comErick Fernandoerick.fernando@umn.ac.id<p>Guna memastikan kegiatan rancang bangun aplikasi telah sesuai dengan usulan / perencanana awal baik dari segi, proses, tema dan luaran yang dihasilkan maka perlu dilakukan monitoring dan evaluasi (Monev). Monev dilakukan dengan metode tanya jawab secara langsung serta diskusi interaktif antara peserta, ketua LPPM dan reviewer yang telah ditunjuk. Hasil monev berupa laporan mengenai kesesuaian kegiatan dengan usulan awal, ketercapaian luaran wajib, keberlanjutan kegiatan dengan kegiatan tahun berikutnya dan keterserapan anggaran sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB). Semua kriteria dan proses telah dijalankan dengan baik dan rekomendasinya adalah project ini dapat tindaklanjuti untuk kegiatan tahun berikutnya dan anggaran telah terserap dengan baik. Harapan dari kegiatan monev ini adalah ketercapaian luaran yang sesuai dengan perencanaan awal dan keberlanjutan kegiatan berikutnya</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yoga Prihastomo, Winanti Winanti, Yulius Denny Prabowo, Achmad Sidik, Penny Hendriyati, Muhamad Luthfian, Rizky Setiawan, Wardiansyah Wardiansyah, Latif Palikal Isbah, Zaki Ma'rufan Chandra, Erick Fernandohttps://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/306Pelatihan Pembuatan Desain dengan Canva Untuk Meningkatkan Ketrampilan pada Remaja di Kampung Kadu, Curug Tangerang2026-01-25T03:33:18+00:00Riyanto Riyantorizal.arijanto@gmail.comSukriyah Sukrikikisukriyah@gmail.comWinanti Winantiwinanti12@ipem.ac.idSiti Maesarohsiti.maesaroh1988@gmail.comSri Lestarilestari@gmail.comMiyv Fayzhallmiy@gmail.comNuri Wiyononuriwiyono@gmail.comErvana Chyrinneervan@gmail.comJainuri Jainurijainuri18@gmail.comDhaniel HutagalungdhanielHutagalung@gmail.comHotua Sihotanghotuasihotang@gmail.comMuhammad Ridwanridwan@gmail.comGilang Fadhil Riyantogilanggadilriyanto@gmail.comHerlina Maharaniherlinamaharani246@Gmail.ComFrancisca Sestri Goestjahjantisestri.rahardjo@gmail.com<p>Kondisi masyarakat Kampung Kadu yang masih terdapat remaja putus sekolah, dan remaja yang berstatus yatim piatu dengan kondisi ekonomi yang kurang mendukung. Dibutuhkan berbagai pelatihan untuk para remaja tersebuat agar memiliki masa depan yang lebih baik. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memberikan edukasi, pemahaman, pengetahuan dan ketrampilan bagi remaja di kampung kadu yang berstatus anak putus sekolah dan anak yatim piatu. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi interaktif serta metode studi pustaka. Untuk memperoleh feedback kegiatan ini dilakukan monitoring secara langsung dengan metode wawancara. Kegiatan diikuti sebanyak 32 peserta baik dari unsur dosen, mahasiswa, Ketua RT setempat dan remaja Kampung Kadu. Hasil kegiatan berupa ketrampilan membuat desain bagi remaja dengan harapan ketrampilan tersebut dapat diimplementasikan untuk bekerja ataupun membuka usaha jasa desain. Kedepannya kegiatan serupa akan dilakukan dengan tema mengenai pemasaran digital dan tema lainya yang terkait dengan peningkatan ketrampilan remaja atau masyarakat Kampung Kadu</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Riyanto Riyanto, Sukriyah Sukri, Winanti Winanti, Siti Maesaroh, Sri Lestari, Miyv Fayzhall, Nuri Wiyono, Ervana Chyrinne, Jainuri Jainuri, Dhaniel Hutagalung, Hotua Sihotang, Muhammad Ridwan, Gilang Fadhil Riyanto; Herlina Maharani, Francisca Sestri Goestjahjantihttps://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/309Pendampingan Academic Plenary Meeting untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa SMA2025-12-09T07:18:48+00:00Vinindita Citrayasavinindita.citrayasa@uajy.ac.idElisabeth Marsellaelisabeth.marsella@uajy.ac.id<p data-start="95" data-end="732">The Academic Plenary Meeting (APM) activity, held regularly at SMA Pangudi Luhur (PL) Van Lith, aims to develop students’ English speaking skills as well as their soft skills, including critical thinking, creativity, and self-confidence. To ensure optimal outcomes, additional mentoring is required. This community service program was designed to provide such mentoring support. Using an experiential learning approach, the mentoring was conducted over ten sessions featuring English-speaking performances in various formats and themes, including argumentative speeches, discussions, debates, movie reviews, talk shows, and theatrical monologues. In this program, the facilitators’ roles included designing assessment rubrics, conducting assessments, and providing feedback. The students demonstrated efforts to deliver spontaneous performances, although improvement is still needed. Well-chosen topics and adequate preparation were also found to contribute to better performance in each session. For further improvement, students’ dependence on notes and the enhancement of gestures during performance need additional practice.</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Vinindita Citrayasa, Elisabeth Marsellahttps://journal.proletargroup.org/index.php/Proletariancomdev/article/view/271Kegiatan Evaluasi Development Sistem Pembelajaran Terintegrasi Artificial Intelligent Untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Belajar2026-01-25T03:27:56+00:00Winanti Winantiwinanti12@ipem.ac.idYoga Prihastomoyoga.prihastomo@gmail.comYulius Denny Prabowoyulius.denny@binus.ac.idAchmad Sidiksidik@global.ac.idPenny Hendriyatipennyhendriyati@gmail.comMuhammad Luthfianlutfian@gmail.comRizky Setiawanrizkystwn2507@gmail.comWardiansyah Wardiansyahwardianyah@gmail.comLatif Palikal Isbahlatif@gmail.comGusti Nyoman Budiadyananyomanb@gmail.com<p>Kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya yaitu kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan tindak lanjut rancang bangun aplikasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligent (AI) untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui progress pembuatan platform pembelajaran berbasis AI yang akan diimplementasikan pada sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang. Metode yang digunakan adalah diskusi secara interaktif antara peserta sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan yang tertuang dalam notulen rapat hasil evaluasi. Peserta sebanyak 6 orang yang terdiri dari ketua tim, dan anggota baik dari dosen maupun dari mahasiswa. Kegiatan berlangsung satu hari dan berjalan dengan lancar dengan hasil yang telah disepakati bersama bahwa ada perubahan atau perbaikan pada fitur perpustakaan diganti dengan materi pembelajaran, fitur komunitas akan direvisi menjadi group atau kelompok belajar. Setelah semua fitur disesuaikan maka langkah selanjutnya akan dilakukan ujicoba sistem yang melibatkan user secara langsung yaitu guru, operator sekolah dan siswa. Harapannya dengan adanya evaluasi ini dapat dihasilkan platform pembelajaran yang telah tervalidasi sesuai dengan kebutuhan user dan dapat digunakan secara maksimal oleh user</p>2025-11-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Winanti Winanti, Yoga Prihastomo, Yulius Denny Prabowo, Achmad Sidik, Penny Hendriyati; Muhammad Luthfian, Rizky Setiawan, Wardiansyah Wardiansyah, Latif Palikal Isbah; Gusti Nyoman Budiadyana